By | Agustus 12, 2019

Bayangkan saja jika setiap musimnya klub-klub favorit kita merilis dua sampai tiga jersey terbaru dan kita dituntut untuk membelinya.

Untuk musim 2015/16 saja jersey klub sepakbola Eropa berkisar dari Rp. 799.000-899.000,- ini pun masih untuk sebuah jersey polos tanpa nama.

Jika kalian ingin memiliki jersey dengan nama pemain favorit anda harus merogoh kocek lebih dalam dari harga jersey polos tersebut.

  1. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar merosot

Rupiah terus merosot dalam beberapa tahun terakhir, bahkan sempat menyentuh angka Rp. 15.000 per dollarnya.

Berbagai merk luar negeri yang masuk ke pasar dalam negeri akan memiliki status barang impor, dimana transaksi luar negeri memakai nilai kurs dollar bukan rupiah. Hal ini yang menjadikan harga jersey sepakbola terus melambung.

Walaupun kita sering melihat jersey tersebut buatan Indonesia (made in Indonesia), terkadang kita miris dengan hal ini.

  1. Nilai sponsor dalam jersey klub naik

Sebuah klub sepakbola profesional mencari sponsor untuk membiayai gaji pemain mereka. Contoh, Manchester United yang memiliki sponsor utama Chevrolet hingga 47 juta pounds per tahun. Hal ini membuat klub pasti akan menaikan harga sebuah jersey, yang memang nilai jersey sudah tinggi dengan masuknya sebuah sponsor.

Sebuah produk berani membayar mahal untuk menjadi sponsor utama sebuah klub karena etalase berjalan di lapangan sangat menjaring banyak penonton.

  1. Sepakbola sudah menjadi industri

Jersey masuk dalam kategori merchandise klub, dan penjualan produk ini juga merupakan sebuah pemasukan rutin klub tiap musimnya.

Klub pun bergantung pada penjualan jersey dengan nama para pemain bintang untuk mendongkrak pemasukan klub.

Pemain seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi hingga Neymar memiliki royalti dalam setiap nama yang dijual pada jersey tersebut. Klub pun harus memutar otak agar mereka tak merugi dalam menjual jersey.

  1. Legitimasi sebuah karya seni

Material, desain hingga nilai klub itu sendiri menjadi sebuah karya seni yang laya untuk dihargai tinggi. Tak mudah mendesain sebuah jersey klub Eropa apalagi yang dipakai oleh para pemain di lapangan (player issue).

  1. Ongkos produksi naik

Banyak perusahaan apparel besar mencari pabrik di kawasan Asia bahkan Afrika untuk menekan ongkos produksi. Namun dewasa ini buruh sudah mulai pintar untuk meminta upah yang cukup tinggi. Hal ini membuat harga jual Jersey bisa ikutan naik.

Solusinya:

  1. Menunggu sampai tengah musim berjalan, biasanya akan ada diskon untuk jersey sepakbola musim ini.
  2. Bikin jersey futsal ataupun sepakbola klub ternama secara custom. Saat ini sudah ada banyak vendor konveksi yang dapat membuat jersey custom hampir sama persis dengan jersey aslinya salah satunya adalah https://fullprint.id/jasa-design
  3. Mencari dari kolektor yang BU (butuh uang) biasanya kita bisa menekan harga jersey sampai harga termurah.
  4. Diskon akhir tahun jersey selalu dilepas dengan harga yang cukup miring, apalagi memiliki stok yang cukup banyak untuk sebuah model jersey.
  5. Membeli jersey dari apparel lokal, harganya pun tak semahal jersey klub Eropa.

Nah itu tadi beberapa alasan mengapa jersey grade ori sangatlah mahal. Namun tenang, ada beribu jalan menuju roma, kalau tidak dapat yang ori kamu dapat juga kok bikin jersey secara custom J

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *